Jumat, 12 November 2010

Saham

1. Apa itu Saham? Bursa Efek Indonesia (BEI) pun sedang gencar gencarnya melakukan sosialisasi agar masyarakat mengetahui secara luas jenis investasi yang satu ini.

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Porsi kepemilikan ditentukan oleh seberapa besar penyertaan yang ditanamkan di perusahaan tersebut (Darmadji dan Fakhruddin, 2001:5).

Saham juga dapat didefinisikan sebagai sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Jumlah saham yang tercatat di bursa ada sekitar 485 perusahaan termasuk yang aktif transaksi maupun yang tidak.

2. Apa menariknya bertransaksi di saham?

Ada 2 keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemodal dengan berinvestasi di saham, yaitu melalui Deviden dan Capital Gain. Deviden adalah keuntungan yang keuntungan yang diberikan oleh perusahaan penerbit saham atas laba yang didapatkan oleh perusahaan tersebut kepada pemegang saham. Deviden biasanya diberikan sekali setahun sesuai dengan kesepakatan para pemegang saham saat RUPS.

Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga beli dan harga jual. Sebagai contoh, misalnya anda membeli saham perusahaan A diharga Rp. 1.500 per lembar saham dan kemudian menjualnya di harga Rp. 2.000 per lembar saham, berarti anda mendapatkan capital gain sebesar Rp. 500 per lembar sahamnya.



3. Bagaimana cara mendapatkan deviden?

Agar investor berhak mendapatkan deviden, pemegang saham tersebut harus memegang sahamnya dalam kurun waktu tertentu hingga kepemilikan saham tersebut diakui dan pemegang saham berhak mendapatkan deviden. Deviden bisa berupa deviden saham dan deviden tunai.

4. Adakah resiko di saham?

Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:

  • Capital Loss: Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.
  • Risiko Likuidasi: Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya.

Sumber: http://www.idx.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar